Pemerintah kolonial Belanda menjalankan politik memecah belah atau devide et impera, seperti dalam kasus Perang Diponegoro, Perang Paderi dan Perang Aceh. Alasan politis dan strategis Pemerintah Kolonial Belanda menerapkan politik pecah belah adalah?

Pemerintah kolonial Belanda menjalankan politik memecah belah atau devide et impera, seperti dalam kasus Perang Diponegoro, Perang Paderi dan Perang Aceh. Alasan politis dan strategis Pemerintah Kolonial Belanda menerapkan politik pecah belah adalah?

  1. Pemerintah Kolonial Belanda kekurangan modal dalam membiayai peperangan dengan daerah-daerah di Nusantara.
  2. strategi politik pecah belah adalah strategi yang sedang populer dilaksanakan di Eropa
  3. suku-suku di Indonesia masih bersifat kedaerahan dan mudah untuk diadu-domba.
  4. strategi pecah belah membutuhkan biaya yang luar biasa untuk membiayai pihak lain yang bersengketa dengan lawan politik Belanda.
  5. strategi pecah belah adalah politik yang kotor dan cenderung merendahkan bangsa Indonesia

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: C. suku-suku di Indonesia masih bersifat kedaerahan dan mudah untuk diadu-domba..

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban C benar, dan 0 orang setuju jawaban C salah.

Pemerintah kolonial Belanda menjalankan politik memecah belah atau devide et impera, seperti dalam kasus Perang Diponegoro, Perang Paderi dan Perang Aceh. Alasan politis dan strategis Pemerintah Kolonial Belanda menerapkan politik pecah belah adalah suku-suku di indonesia masih bersifat kedaerahan dan mudah untuk diadu-domba..

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. Pemerintah Kolonial Belanda kekurangan modal dalam membiayai peperangan dengan daerah-daerah di Nusantara. menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. strategi politik pecah belah adalah strategi yang sedang populer dilaksanakan di Eropa menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. suku-suku di Indonesia masih bersifat kedaerahan dan mudah untuk diadu-domba. menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban D. strategi pecah belah membutuhkan biaya yang luar biasa untuk membiayai pihak lain yang bersengketa dengan lawan politik Belanda. menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. strategi pecah belah adalah politik yang kotor dan cenderung merendahkan bangsa Indonesia menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah C. suku-suku di Indonesia masih bersifat kedaerahan dan mudah untuk diadu-domba.

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.