Cara menanam hidroponik kangkung di rumah untuk pemula (menggunakan sistem wick barang bekas)

Budidaya sayuran hidrponik yang paling banyak dipilih adalah menanam kangkung, jenis sayuran ini selain mudah dibudidayakan  juga banyak sekali peminatnya, hingga disebut sebagai sayuran sejuta umat. tidak ayal sayuran ini sering dijadikan sayuran budidaya hidroponik untuk skala bisnis.

Ada banyak sistem hidrponik yang bisa kita pilih pada saat ingin menanam kangkung secara hidrponik,  namun jika anda masih pemula, lebih baik memilih sistem wick atau sistem kratky. karena kedua sistem hidroponik tersebut bisa menggunakan barang-barang bekas yang banyak tersedia di sekitar rumah, seperti botol bekas air mineral, dirigen bekas oli, wadah-wadah bekas yang bisa menampung air dan lain sebagainya

Dengan sistem wick menanam kangkung secara hidrponik tidak akan mengeluarkan biaya terlalu besar, selain itu melalui sistem wick anda akan banyak belajar bagaimana cara menanam, menganalisa permasalahan dan menemukan solusi setiap permasalahan yang berkaitan dengan tumbuh kembang tanaman hidrponik anda, sehingga seiring waktu dengan tersedianya modal yang cukup anda bisa beralih memilih sistem hidrponik yang lebih praktis dan menguntungkan.

Di artikel kali ini saya ingin menyajikan materi bagaimana cara menanam kangkung hidrponik untuk pemula, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang tertarik dengan hidroponik namun masih bingung cara menanam hidroponik terutama hidrponik kangkung.

Cara menanam hidroponik kangkung di rumah untuk pemula 

Budidaya hidrponik kangkung itu sangat mudah, karena kangkung mudah tumbuh, pemeliharannya yang tidak terlalu rumit serta masa panen yang sangat singkat 18-23 hari, jika pertumbuhan kangkung baik 18-23 hari sudah bisa dipanen, bahkan jika panen pertama dengan cara dipetik, maka bisa panen berkali-kali setiap 15 hari berikutnya.

Namun sebelum anda memulai untuk menanam kangkung secara hidrponik ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem Hidrponik yang anda ingin gunakan

Pertama yang harus anda pikirkan sebelum menanam kangkung secara hidrponik adalah mempertimbangkan sistem hidrponik yang ingin digunakan.

Saat ini ada banyak sekali sistem hidroponik, diantaranya sistem dft, nft, rakit apung, kratky, wick dan lain sebagainya. namun untuk pemula yang masih belajar dan tidak ingin keluar modal besar, saya menyarankan untuk memilih sistem wick atau kratky, karena kedua sistem tersebut sangat mudah dan terjangkau serta bisa memanfaatkan barang-barang/wadah bekas di rumah.

a. Sistem Wick (sistem sumbu)  lebih mudah dan murah
Berikut adalah skema sistem wick hidrponik yang bisa anda gunakan untuk menanam hidrponik kangkung di rumah.

Aturan pemberian nutrisi hidrponik

zat terlarut dalam air baku pada Larutan nutrisi diukur dengan satuan EC(Electrical Conductivity) atau PPM (parts per million), agar lebih mudah gunakan alat ukur TDS meter yang bisa dibeli ditoko hidrponik kurang dari 100rbuan.

4. Lokasi Tanam

Satu lagi yang harus diperhatikan ketika ingin memanam dengan sistem hidrponik adalah lokasi tanaman diletakan, tidak perlu lahan luas, lahan sempit seperti pekarangan rumah, teras loteng belakang rumah juga bisa, namun pastikan memilih lokasi tanam yang full terkena sinar matahari.setidaknya 6 jam area mendapatkan sinar matahari.

Sinar matahari merupakan salah satu unsur penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang tanaman hidrponik yang kita tanam, sinar matahari digunakan oleh tanaman untuk berfotosintesis, jika suplai matahari mencukupi maka tanaman bisa berfotosintesis dengan baik.

Anda bisa menempatkan tanaman dibawah terik sinar matahari, jika menanam hidrponik yang anda lakukan skalanya cukup besar, pertimbangkan untuk memberikan atap dari plastik UV  atau menyediakan Green Hause, agar larutan nutrisi tidak terkontaminasi air hujan untuk meminimalisir datangnya hama tanaman.

Langkah Cara Menanam Hidrponik Kangkung

 Masa semai dihitung dari mulai hari pertama semai disebut HSS (Hari setelah semai)

a. Semai benih kangkung

Untuk menanam kangkung sebelum dipindahkan ke media tanam hidrponik, biasanya harus dimulai dari penyemaian benih terlebih dahulu menggunakan baki atau wadah untuk menyemai.

Untuk menyemai benih anda bisa merendam benih kangkung di air hangat kuku setidaknya 1 jam, kemudian pilih benih yang terendam sempurna, buang yang mengapung.

Benih yang sudah terendam lalu di masukan kedalam media tanam, rockwool yang dibasahi dengan air tawar biasa atau sekam bakar yang dibasahi air tawar biasa.

Contoh semai kangkung menggunakan rockwool
rokcwool dipotong-potong 4-5 cm, dibasahi dengna air biasa, kemudian benih kangkung dimasukan di setiap kotak 5 sampai 9 biji., 

Hari pertama simpan ditempat gelap, lalu setelah biji pecah langsung jemur secara rutin hingga sebuah benih tumbuh daun. pindahkan ke media tanam hidrponik setelah bertangkai 3 atau 4, umumnya 7 sampai 10 hss.

Contoh semai kangkung menggunakan sekam bakar
 Rutin semprot sekam agar selalu lembab, hari pertama simpan ditempat gelap hingga tumbuh tunas, setelah tunas keluar langsung di jemur secara rutin.

Pindahkan ke media tanam setelah setiap benih bertangkai 3-4.

B. Pindahkan benih ke media tanam

Contoh media tanam sistem wick dari botol bekas

 

Jika benih kangkung sudah bertangkai 3 atau 4, itu artinya sudah saatnya dipindahkan ke media tanam hidrponik.

Siapkan media tanam hidrponik sesuai dengan yang telah dijelaskan di atas, kemudian pindahkan benih pada pot tanam yang sudah disediakan.

Maksimal nilai PPM untuk larutan air nutrisi hidrponik tanaman kangkung adalah 1400. berikan nutrisi dari mulai nilai PPM kecil hingga maksimal ketika menjelang panen.

Minggu pertama bisa dikasi 400ppm hingga 600ppm, minggu seterusnya 700-900 ppm, minggu ke 3 1000-1400ppm. tingkatkan secara bertahap hingga panen.

Panen kangkung hidrponik bisa langsung dengan akarnya atau bisa dipetik, jika ingin cepat tumbuh anda bisa memanennya dengan cara dipetik, selanjutnya setelah 15 hari berikutnya anda bisa panen lagi.