() Aku duduk di batang-batang kelapa yang mati disambar gledek. (2) Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit dan lelah yang sudah tidak aku -pedulikan. (3) Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan bara di langit timur, kami harus menyerbu. (4) Hidup mati itu soal nanti. (5) Roda sejarah ini tidak boleh berhenti. (Sumber: Merdeka, Putu Wijaya) Latar suasana peperangan dalam penggalan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor?
() Aku duduk di batang-batang kelapa yang mati disambar gledek. (2) Di pangkuanku senjata, sisa-sisa peluru, rasa sakit dan lelah yang sudah tidak aku -pedulikan. (3) Bila subuh pecah dan matahari menyerakkan bara di langit timur, kami harus menyerbu. (4) Hidup mati itu soal nanti. (5) Roda sejarah ini tidak boleh berhenti. (Sumber: Merdeka, Putu Wijaya) Latar suasana peperangan dalam penggalan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor (2) dan (3)