Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi.(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi.(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa metafora

Bacalah kutipan novel berikut Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi. Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah

Bacalah kutipan novel berikut Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi. Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah sedih

Cermati kutipan novel berikut! “Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini. Lasi tetap membeku. “Las, kamu ingin makan apa?” “Anu. Terserah. Saya ikut saja.” “Aku lebih senang kamu ada permintaan.” “Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.” “Atau ayam kalasan di Arya Duta?” “Terserah saja.” “Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?” “Apa itu?”“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.” Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah

Cermati kutipan novel berikut! “Ingin makan apa, Las Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini. Lasi tetap membeku. “Las, kamu ingin makan apa” “Anu. Terserah. Saya ikut saja.” “Aku lebih senang kamu ada permintaan.” “Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.” “Atau ayam kalasan di Arya Duta” “Terserah saja.” “Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura” “Apa itu”“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.” Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah dalam mobil

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama! Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.Jangan kemari lagi.Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.Aku tidak serius dengan dia, kata Badri menangkis.Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga. Jodoh, A.A, Navis. Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama! Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.Jangan kemari lagi.Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.Aku tidak serius dengan dia, kata Badri menangkis.Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga. Jodoh, A.A, Navis. Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah kemarahan lena kepada badri.