Cermati paragraf berikut! (1) Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan yang terkenal walaupun tumbuhan spesies ini keberadaannya sangat langka. (2) Ia memiliki bunga yang berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.(3) Habitat tumbuhan ini di jaringan tumbuhan merambat. (4) Raflesia Arnoldi tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesa. (5) Tumbuhan ini endemic di Pulau Sumatra, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan).Kalimat yang menggunakan kata serapan yang salah terdapat pada nomor . Kalimat yang menggunakan kata serapan yang tidak baku terdapat pada nomor

Cermati paragraf berikut! (1) Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan yang terkenal walaupun tumbuhan spesies ini keberadaannya sangat langka. (2) Ia memiliki bunga yang berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.(3) Habitat tumbuhan ini di jaringan tumbuhan merambat. (4) Raflesia Arnoldi tidak memiliki daun sehingga tidak mampu berfotosintesa. (5) Tumbuhan ini endemic di Pulau Sumatra, terutama bagian selatan (Bengkulu, Jambi, dan Sumatra Selatan).Kalimat yang menggunakan kata serapan yang salah terdapat pada nomor . Kalimat yang menggunakan kata serapan yang tidak baku terdapat pada nomor (4) dan (5)

Cermati kalimat-kalimat berikut! (1) Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari karena Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna.(2) Jika ingin belajar dengan sukses, prinsip utamanya adalah komitmen, yaitu: komitmen secara fisik, mental, dan emosional. (3) Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak. (4) Seorang pembelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar. (5) Komitmen secara mental ini, dapat dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Urutan kalimat tersebut yang tepat untuk dijadikan paragraf padu adalah

Cermati kalimat-kalimat berikut! (1) Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari karena Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna.(2) Jika ingin belajar dengan sukses, prinsip utamanya adalah komitmen, yaitu: komitmen secara fisik, mental, dan emosional. (3) Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak. (4) Seorang pembelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar. (5) Komitmen secara mental ini, dapat dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Urutan kalimat tersebut yang tepat untuk dijadikan paragraf padu adalah (2). (4), (3), (5), dan (1)

Cermatilah paragraf berikut dengan saksama! Survey Badan Pusat Stastistik di Indonesia pada tahun 2013 menunjukkan, orang Indonesia paling gemar menonton telivisi, yakni sekitar 91,68 persen,” kata Hamid. Sebelumnya, pada 12–13 November 2015, diselenggarakan pelatihan bagi 68 guru dari 33 propinsi mengenai buku pengenalan terhadap jasa keuangan itu. Para peserta pelatihan juga berlatih menggunakan permainan Sikapiuangmu, sebagai penerapan melalui permainan pengenalan produk dan jasa keuangan. Diharapkan, siswa dapat bermain sambil balajar Kata yang tepat untuk memperbaiki kata yang tidak baku dalam paragraf tersebut adalah

Cermatilah paragraf berikut dengan saksama! Survey Badan Pusat Stastistik di Indonesia pada tahun 2013 menunjukkan, orang Indonesia paling gemar menonton telivisi, yakni sekitar 91,68 persen,” kata Hamid. Sebelumnya, pada 12–13 November 2015, diselenggarakan pelatihan bagi 68 guru dari 33 propinsi mengenai buku pengenalan terhadap jasa keuangan itu. Para peserta pelatihan juga berlatih menggunakan permainan Sikapiuangmu, sebagai penerapan melalui permainan pengenalan produk dan jasa keuangan. Diharapkan, siswa dapat bermain sambil balajar Kata yang tepat untuk memperbaiki kata yang tidak baku dalam paragraf tersebut adalah survei, televisi, provinsi

Cerita 1“ kamu siswa pintar ya ? “ ejek indah ketua kelas.begitu juga teman-teman yang lain mengejek dita sebagai penyontek ulung.”aku tidak menyontek,sungguh! Aku mengerjakannya sendiri ! “ sangah dita sambil menelan rasa takut.Cerita 2Asri telah berusaha sedapat-dapatnya supaya sania dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah ! tabiat sania hamper tak dapat di ubah lagi.oleh karena itu sering terjadi perselisihan diantara kedua orang itu.sania terus amrah dan berang jika asri mencela ini dan itu. Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah

Cerita 1“ kamu siswa pintar ya “ ejek indah ketua kelas.begitu juga teman-teman yang lain mengejek dita sebagai penyontek ulung.”aku tidak menyontek,sungguh! Aku mengerjakannya sendiri ! “ sangah dita sambil menelan rasa takut.Cerita 2Asri telah berusaha sedapat-dapatnya supaya sania dapat dan suka akan pergaulan hidup di rumah itu. Akan tetapi, terlalu susah ! tabiat sania hamper tak dapat di ubah lagi.oleh karena itu sering terjadi perselisihan diantara kedua orang itu.sania terus amrah dan berang jika asri mencela ini dan itu. Perbedaan karakter tokoh pada kedua cerita tersebut adalah indah bersifat sombong sedangkan sania pemarah

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah. mentari di sebelah barat

“ Ya Allah, Gusti Allah, Bude,” Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meniggal, ternyata Bude Humaini masih hidup. Alhamdulillah.” Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, yaitu Tuhan di atas sana. Mengaji membaca Al quran setiap malam yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan untuk mengembalikan ibunya. Segenap penghuni kos itu terhenyak, ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa itu. Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah

“ Ya Allah, Gusti Allah, Bude,” Surastri terisak. “Kami semua mengira Bude sudah meniggal, ternyata Bude Humaini masih hidup. Alhamdulillah.” Para mahasiswi yang kos di rumah sewa itu akhirnya tahu. Ternyata selama ini Astuti menyimpan bebannya sampai rapat. Tempat mengadunya hanya satu, yaitu Tuhan di atas sana. Mengaji membaca Al quran setiap malam yang dilakukan sampai menangis adalah cara yang dipilihnya dalam memohon Tuhan untuk mengembalikan ibunya. Segenap penghuni kos itu terhenyak, ketika mereka membayangkan, bagaimana kira-kira yang mereka rasakan jika merekalah yang mengalami peristiwa itu. Watak Astuti dalam kutipan tersebut adalah sabar

Siangitu sangat terik. Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara. Tiang-tiang layar perahu bagai gemetaran dipermainkan angin dan ombak, hingga perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai. Namun, kehidupan para nelayan terus berjalan, dalam rutinitas, mengikuti kehendak sang alam.Di atas pasir hitam, tak jauh dari sebuah perahu yang terus menari, Kardi mengemasi bekal-bekal pelayaran, jala dan kail, juga keranjang-keranjang ikan, lalu menaikkannya ke geladak perahunya. Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu sehingga terguncang keras. Kardi yang sedang berpegang pada bibir perahu hampir terpental.Latar suasana pada cerita di atas adalah

Siangitu sangat terik. Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara. Tiang-tiang layar perahu bagai gemetaran dipermainkan angin dan ombak, hingga perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai. Namun, kehidupan para nelayan terus berjalan, dalam rutinitas, mengikuti kehendak sang alam.Di atas pasir hitam, tak jauh dari sebuah perahu yang terus menari, Kardi mengemasi bekal-bekal pelayaran, jala dan kail, juga keranjang-keranjang ikan, lalu menaikkannya ke geladak perahunya. Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu sehingga terguncang keras. Kardi yang sedang berpegang pada bibir perahu hampir terpental.Latar suasana pada cerita di atas adalah matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara