Selamasang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka saling membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yag rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkanya, rumput liar dicabut, dan dahan-dahan pohn dipangkasnya hingga rapi. Semula Inang pengasuh melarangny, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakanya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. “Lihat, tampaknya kita punya pelayan baru,” kata seorang diantaranya. “Hai pelayan! Masih ada kotoran, nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapih kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning Kelelahan. Dalam hati, ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya. Nilai dalam cerita tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah?
- Menghormati kedua orang tua.
- Mendengarkan nasihat orang tua.
- Tidak semena-mena kepada orang lain.
- Bertindak sesuka hati kepada orang lain.
- Tidak mencampuri urusan orang lain.
Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: C. Tidak semena-mena kepada orang lain..
Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban C benar, dan 0 orang setuju jawaban C salah.
Selamasang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka saling membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yag rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkanya, rumput liar dicabut, dan dahan-dahan pohn dipangkasnya hingga rapi. Semula Inang pengasuh melarangny, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakanya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. “Lihat, tampaknya kita punya pelayan baru,” kata seorang diantaranya. “Hai pelayan! Masih ada kotoran, nih!” ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapih kembali acak-acakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning Kelelahan. Dalam hati, ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya. Nilai dalam cerita tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah tidak semena-mena kepada orang lain..
Pembahasan dan Penjelasan
Jawaban A. Menghormati kedua orang tua. menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.
Jawaban B. Mendengarkan nasihat orang tua. menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.
Jawaban C. Tidak semena-mena kepada orang lain. menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.
Jawaban D. Bertindak sesuka hati kepada orang lain. menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.
Jawaban E. Tidak mencampuri urusan orang lain. menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain.
Kesimpulan
Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah C. Tidak semena-mena kepada orang lain.
Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.