Nulada laku utama/tumraping wong tanah jawi/priyagung ing ngeksiganda/panembahan Senopati/kepati amarsudi/sudaning hawa lan napsu/pinesu tapa brata/tanapi ing siyang ratri/amemangun karyenak tyasing sasama//Saking tembung-tembung ingkang kacithak kandel, ingkang tegesipun sami kaliyan Mataram inggih punika

Nulada laku utama/tumraping wong tanah jawi/priyagung ing ngeksiganda/panembahan Senopati/kepati amarsudi/sudaning hawa lan napsu/pinesu tapa brata/tanapi ing siyang ratri/amemangun karyenak tyasing sasama//Saking tembung-tembung ingkang kacithak kandel, ingkang tegesipun sami kaliyan Mataram inggih punika ngeksiganda

Upacara Hardiknas Hari senin yang lalu, upacara bendera di SD Maju sangat istimewa. Upacara saat itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Guru-guru menjadi petugas upacara. Kepala sekolah menjadi pembina upacara. Semua siswa mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka hormat pada bendera merah putih dengan serempak. Ketika mengheningkan cipta, mereka mendoakan para pahlawan. Selain itu, amanat yang disampaikan pembina upacara didengarkan dengan baik. Kepala SD Maju dalam amanatnya menjelaskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889. Tanggal lahirnya dijadikan hari Pendidikan Nasional. Hal ini karena jasa beliau dalam dunia pendidikan. Salah satu jasa beliau adalah Perguruan Taman Siswa. Perguruan tersebut masih ada hingga saat ini. Ide pokok paragraf ketiga adalah

Upacara Hardiknas Hari senin yang lalu, upacara bendera di SD Maju sangat istimewa. Upacara saat itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Guru-guru menjadi petugas upacara. Kepala sekolah menjadi pembina upacara. Semua siswa mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka hormat pada bendera merah putih dengan serempak. Ketika mengheningkan cipta, mereka mendoakan para pahlawan. Selain itu, amanat yang disampaikan pembina upacara didengarkan dengan baik. Kepala SD Maju dalam amanatnya menjelaskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889. Tanggal lahirnya dijadikan hari Pendidikan Nasional. Hal ini karena jasa beliau dalam dunia pendidikan. Salah satu jasa beliau adalah Perguruan Taman Siswa. Perguruan tersebut masih ada hingga saat ini. Ide pokok paragraf ketiga adalah penjelasan tentang ki hajar dewantara

Farid : Mengapa kamu tadi terlambat berlatih, Di?” (sambil memegang bola) Adi : Aku tidur.” Imam : Mau latihan kok malah tidur?” Adi : Ya, aku baru enggan berlatih.” Indra : Tadi kamu dipanggil pelatih,ya?” (sambil memandang Adi) Adi : Ya, aku ditegur agar tidak terlambat lagi.” Farid : Lain kali berangkatlah lebih awal.” Imam : Ya, betul. Ayo, kita segera pulang! Hari telah senja.” (mereka berjalan bersama- sama) Tokoh utama dari drama tersebut adalah

Farid : Mengapa kamu tadi terlambat berlatih, Di” (sambil memegang bola) Adi : Aku tidur.” Imam : Mau latihan kok malah tidur” Adi : Ya, aku baru enggan berlatih.” Indra : Tadi kamu dipanggil pelatih,ya” (sambil memandang Adi) Adi : Ya, aku ditegur agar tidak terlambat lagi.” Farid : Lain kali berangkatlah lebih awal.” Imam : Ya, betul. Ayo, kita segera pulang! Hari telah senja.” (mereka berjalan bersama- sama) Tokoh utama dari drama tersebut adalah adi

Farid : Mengapa kamu tadi terlambat berlatih, Di?” (sambil memegang bola)Adi : Aku tidur.”Imam : Mau latihan kok malah tidur?”Adi : Ya, aku baru enggan berlatih.”Indra : Tadi kamu dipanggil pelatih,ya?” (sambil memandang Adi)Adi : Ya, aku ditegur agar tidak terlambat lagi.”Farid : Lain kali berangkatlah lebih awal.”Imam : Ya, betul. Ayo, kita segera pulang! Hari telah senja.” (mereka berjalan bersama- sama) Drama tersebut menggunakan latar

Farid : Mengapa kamu tadi terlambat berlatih, Di” (sambil memegang bola)Adi : Aku tidur.”Imam : Mau latihan kok malah tidur”Adi : Ya, aku baru enggan berlatih.”Indra : Tadi kamu dipanggil pelatih,ya” (sambil memandang Adi)Adi : Ya, aku ditegur agar tidak terlambat lagi.”Farid : Lain kali berangkatlah lebih awal.”Imam : Ya, betul. Ayo, kita segera pulang! Hari telah senja.” (mereka berjalan bersama- sama) Drama tersebut menggunakan latar waktu

Ibu Kelinci tinggal bersama anaknya di dalam hutan. Mereka tinggal berdekatan dengan keluarga ayam. Suatu hari, Ibu Kelinci ingin pergi ke suatu lembah. Ia berpesan agar anaknya tidak membuka pintu rumah, kecuali untuknya. Agar anaknya tidak salah mengenali, Ibu Kelinci mengajarkan sebuah lagu. Jika lagu itu dinyanyikan di depan pintu, maka Ibu Kelinci yang datang. Namun, tanpa mereka ketahui, ternyata Musang ikut mendengarkan lagu tersebut. Ibu Kelinci akhirnya pergi. Musang segera datang ke depan pintu. Ia menyanyikan lagu yang didengarnya tadi. Mendengar lagu itu, anak kelinci menjadi ragu. Bukankah ibunya baru saja pergi? Kok ibunya sudah kembali? Suara yang didengarnya juga tidak seperti suara ibunya. Haruskah ia membuka pintu? Namun anak kelinci tidak segera membuka pintu. Ia mengintip lewat celah di bawah pintu. Ia melihat sepasang kaki milik musang. Anak kelinci berteriak sehingga Pak Ayam dan keluarganya bedatangan. Musang ketakutan dan segera pergi menuju goa. Watak anak kelinci pada cerita tersebut adalah

Ibu Kelinci tinggal bersama anaknya di dalam hutan. Mereka tinggal berdekatan dengan keluarga ayam. Suatu hari, Ibu Kelinci ingin pergi ke suatu lembah. Ia berpesan agar anaknya tidak membuka pintu rumah, kecuali untuknya. Agar anaknya tidak salah mengenali, Ibu Kelinci mengajarkan sebuah lagu. Jika lagu itu dinyanyikan di depan pintu, maka Ibu Kelinci yang datang. Namun, tanpa mereka ketahui, ternyata Musang ikut mendengarkan lagu tersebut. Ibu Kelinci akhirnya pergi. Musang segera datang ke depan pintu. Ia menyanyikan lagu yang didengarnya tadi. Mendengar lagu itu, anak kelinci menjadi ragu. Bukankah ibunya baru saja pergi Kok ibunya sudah kembali Suara yang didengarnya juga tidak seperti suara ibunya. Haruskah ia membuka pintu Namun anak kelinci tidak segera membuka pintu. Ia mengintip lewat celah di bawah pintu. Ia melihat sepasang kaki milik musang. Anak kelinci berteriak sehingga Pak Ayam dan keluarganya bedatangan. Musang ketakutan dan segera pergi menuju goa. Watak anak kelinci pada cerita tersebut adalah cerdik

Upacara Hardiknas Hari senin yang lalu, upacara bendera di SD Maju sangat istimewa. Upacara saat itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Guru-guru menjadi petugas upacara. Kepala sekolah menjadi pembina upacara. Semua siswa mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka hormat pada bendera merah putih dengan serempak. Ketika mengheningkan cipta, mereka mendoakan para pahlawan. Selain itu, amanat yang disampaikan pembina upacara didengarkan dengan baik. Kepala SD Maju dalam amanatnya menjelaskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889. Tanggal lahirnya dijadikan hari Pendidikan Nasional. Hal ini karena jasa beliau dalam dunia pendidikan. Salah satu jasa beliau adalah Perguruan Taman Siswa. Perguruan tersebut masih ada hingga saat ini. Apa istimewa pada upacara hari Senin yang lalu

Upacara Hardiknas Hari senin yang lalu, upacara bendera di SD Maju sangat istimewa. Upacara saat itu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Guru-guru menjadi petugas upacara. Kepala sekolah menjadi pembina upacara. Semua siswa mengikuti upacara dengan khidmat. Mereka hormat pada bendera merah putih dengan serempak. Ketika mengheningkan cipta, mereka mendoakan para pahlawan. Selain itu, amanat yang disampaikan pembina upacara didengarkan dengan baik. Kepala SD Maju dalam amanatnya menjelaskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir tanggal 2 Mei 1889. Tanggal lahirnya dijadikan hari Pendidikan Nasional. Hal ini karena jasa beliau dalam dunia pendidikan. Salah satu jasa beliau adalah Perguruan Taman Siswa. Perguruan tersebut masih ada hingga saat ini. Apa istimewa pada upacara hari Senin yang lalu yang istimewa adalah semua guru menjadi petugas upacara.