Dengantertatih-tatih seorang nenek tua berjalan menelusuri danau yang kekeringan. Dilihatnya ikan-ikan menggelepar-gelepar kekurangan air. Kemudian nenek itu mengambil kan-ikan dan membawanya ke tempat yang terdapat air. Tak disangka, ikan itu berkata, Nenek yang baik, kau telah menolongku dengan ikhlas. Sekarang ambillah emas ini untuk hidupmu sehari-hari. Nenek itu terperanjat penuh gembira. Latar cerita tersebut adalah

Dengantertatih-tatih seorang nenek tua berjalan menelusuri danau yang kekeringan. Dilihatnya ikan-ikan menggelepar-gelepar kekurangan air. Kemudian nenek itu mengambil kan-ikan dan membawanya ke tempat yang terdapat air. Tak disangka, ikan itu berkata, Nenek yang baik, kau telah menolongku dengan ikhlas. Sekarang ambillah emas ini untuk hidupmu sehari-hari. Nenek itu terperanjat penuh gembira. Latar cerita tersebut adalah sebuah danau yang kering

Rama Harimau memiliki seorang putra namanya si Loreng. Rama Harimau yang terkenal sangat bijaksana dan juga dikagumi hewan-hewan di hutan tetapi si Loreng binatang dikenal sangat jahil dia juga sombong. Si Loreng sering menindas binatang yang ada di hutan. Suatu hari si Loreng menemukan sarang Semut Merah, segera sarang itu ditutup menggunakan batu. Tokoh yang berwatak antagonis adalah

Rama Harimau memiliki seorang putra namanya si Loreng. Rama Harimau yang terkenal sangat bijaksana dan juga dikagumi hewan-hewan di hutan tetapi si Loreng binatang dikenal sangat jahil dia juga sombong. Si Loreng sering menindas binatang yang ada di hutan. Suatu hari si Loreng menemukan sarang Semut Merah, segera sarang itu ditutup menggunakan batu. Tokoh yang berwatak antagonis adalah si loreng