Pak Adit seorang guru SMP X, ketika melakukan proses pembelajaran menghadapi peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang kondisi keluarga, ada keluarga mampu, ada yang miskin, ada yang orang tuanya menjadi pejabat, ada yang sebagai buruh, dan pegawai swasta. Namun Pak Adit memberikan perhatian dan pelayanan yang sama kepada peserta didiknya. Hal ini sebenarnya Pak Adit memperhatiakan karakteristik peserta didik terutama:

Pak Adit seorang guru SMP X, ketika melakukan proses pembelajaran menghadapi peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang kondisi keluarga, ada keluarga mampu, ada yang miskin, ada yang orang tuanya menjadi pejabat, ada yang sebagai buruh, dan pegawai swasta. Namun Pak Adit memberikan perhatian dan pelayanan yang sama kepada peserta didiknya. Hal ini sebenarnya Pak Adit memperhatiakan karakteristik peserta didik terutama: status sosial

Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan(hipotesis), mencoba – coba(trial and error), mencari dan menemukan keteraturan(pola), menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum , membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar

Di dalam proses pembelajaran, para siswa dihadapkan dengan situasi di mana ia bebas untuk mengumpulkan data, membuat dugaan(hipotesis), mencoba – coba(trial and error), mencari dan menemukan keteraturan(pola), menggeneralisasi atau menyusun rumus beserta bentuk umum , membuktikan benar tidaknya dugaannya itu. Hal ini merupakan penerapan teori belajar konstruktivistik