Bacalah puisi berikut!PerpisahanAkhirnya peluit pun dibunyikanBuat penghabisan kali kugenggam jarimuLewat celah kaca jendelaLalu perlahan-lahan jarak antar kitaMengembang juaDan tinggallah rel-rel, peron dan lampuYang menggigil di angin senja Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas?

Bacalah puisi berikut!PerpisahanAkhirnya peluit pun dibunyikanBuat penghabisan kali kugenggam jarimuLewat celah kaca jendelaLalu perlahan-lahan jarak antar kitaMengembang juaDan tinggallah rel-rel, peron dan lampuYang menggigil di angin senja Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas personifikasi

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.(M. Zuhri, Kandang Merpati) Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah?

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.(M. Zuhri, Kandang Merpati) Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah latar tempat

Novel ini membuka nuansa baru pada zamannya. Sutan Takdir Alisyahbana membawa pembaharuan dibidang masalah yang diungkapkan. Wanita zaman sebelumnya adalah pengabdi dalam keluarga yang bertanggung jawab kepada rumah tangga, alias penunggu rumah. Namun, Sutan Takdir Alisyahbana menampilkan kedudukan wanita setara dengan pria, bekerja, aktif di luar rumah dan memajukan kaumnya yang diwakilkan tokoh Tuti. Tokoh ini sebagai teladan di masa sekarang dan para pelajar (tokoh masa depan). Berdasarkan data buku tersebut, jika disusun sebagi kalimat resensi tentang keunggulan novel adalah?

Novel ini membuka nuansa baru pada zamannya. Sutan Takdir Alisyahbana membawa pembaharuan dibidang masalah yang diungkapkan. Wanita zaman sebelumnya adalah pengabdi dalam keluarga yang bertanggung jawab kepada rumah tangga, alias penunggu rumah. Namun, Sutan Takdir Alisyahbana menampilkan kedudukan wanita setara dengan pria, bekerja, aktif di luar rumah dan memajukan kaumnya yang diwakilkan tokoh Tuti. Tokoh ini sebagai teladan di masa sekarang dan para pelajar (tokoh masa depan). Berdasarkan data buku tersebut, jika disusun sebagi kalimat resensi tentang keunggulan novel adalah masalah perjuangan emansipasi wanitalah yang membawa novel ini wajib dikenal di dunia pendidikan.

Bacalahpetikan hikayat berikut dengan saksama!Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri NIlai, Putri HIjau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri KUning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyumramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya. Karakteristik hikayat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah?

Bacalahpetikan hikayat berikut dengan saksama!Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri NIlai, Putri HIjau, Putri Kelabu, Putri Oranye, Putri Merah Merona, Putri KUning, dan dua putri lainnya. Baju yang mereka kenakan pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri Kuning sedikit berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya, ia selalu tersenyumramah kepada siapa pun. Ia lebih suka bepergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya. Karakteristik hikayat yang menonjol dalam pennggalan cerita rakyat di atas adalah istanasentris