Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!(1) Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. (2) Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. (3) Menekur diam. (4) Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.(5) Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. (6) Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!(7) Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.(8) Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. (9) Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. (10) Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. (11) Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. (12) Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. (13) Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.(Gentong Tua, Muna Mayasari)Kalimat bermajas personifikasi dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor?

Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!(1) Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. (2) Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. (3) Menekur diam. (4) Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.(5) Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. (6) Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!(7) Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.(8) Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. (9) Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. (10) Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. (11) Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. (12) Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. (13) Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.(Gentong Tua, Muna Mayasari)Kalimat bermajas personifikasi dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor -2

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.Sumber: Cerpen “Sunat” oleh Jajak M.D.Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang?

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.Sumber: Cerpen “Sunat” oleh Jajak M.D.Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang sosial masyarakat

Hadirin yang saya hormati!Assalamualaikum wr.wb.Salam sejahtera untuk kita semua, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena berkat dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-73. Ikrar dari berbagai perkumpulan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Perlu kita renungkan kembali baik-baik mengenai makna Sumpah Pemuda. Topik ceramah tersebut adalah?

Hadirin yang saya hormati!Assalamualaikum wr.wb.Salam sejahtera untuk kita semua, puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena berkat dan rahmat-Nya, kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-73. Ikrar dari berbagai perkumpulan pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Perlu kita renungkan kembali baik-baik mengenai makna Sumpah Pemuda. Topik ceramah tersebut adalah a. peringatan sumpah pemuda