Adhedhasar seting, alur lan paraganipun menika cariyos rakyat napa?
Adhedhasar seting, alur lan paraganipun menika cariyos rakyat napa legenda rawa pening
Adhedhasar seting, alur lan paraganipun menika cariyos rakyat napa legenda rawa pening
Wujudipun cariyos rakyat inggih menika legenda
Legenda inggih menika cariyos ingkang wonten gegayutan kaliyan asal-usul papan
Mite inggih menika cariyos ingkang lataripun jaman kina
()Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. (2) Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur. (3) Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. (4) Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati. Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah kalimat pertama
nilai yang berkaitan dengan budi pekerti disebut nilai moral
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaianKarakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu kemustahilan
Sebutkan ukuran struktur dari fabel yang benar orientasi, komplikasi, resolusi, koda
Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu. Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah latar
“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut. Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah bekerja sama