()Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. (2) Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur. (3) Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. (4) Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati. Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah?

()Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. (2) Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur. (3) Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. (4) Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati. Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah kalimat pertama

Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu. Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah?

Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu. Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah latar

“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut. Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah?

“Tangga ini terlalu pendek. Kutidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Tikus. “Gunakan leherku sebagai tangga!” seru Jerapah. Dengan membawa kaleng cat pada mulutnya, Tikus naik ke leher Jerapah. Dengan mudah, Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Mulai saat itu Jerapah dan Tikus menjadi tukang cat di kampung tersebut. Nilai moral pada kutipan fabel tersebut adalah bekerja sama