Bacalah kutipan biografi tokoh berikut! Rasuna Said adalah pejuang wanita dan tokoh pendidik yang lahir di Maninjau, Sumatra Barat. Ia adalah pelajar yang tekun dalam belajar dan pintar. Oleh karena itu, pada masa sekolahnya ia dipercaya untuk mengajar adik kelasnya. Di luar jam sekolah, ia juga memanfaatkan waktu untuk mempelajari ilmu agama dan aktif di organisasi. Ia pun ikut berjuang mengusir Belanda. Hal yang dapat diteladani dari tokoh pada kutipan biografi tersebut adalah

Bacalah kutipan biografi tokoh berikut! Rasuna Said adalah pejuang wanita dan tokoh pendidik yang lahir di Maninjau, Sumatra Barat. Ia adalah pelajar yang tekun dalam belajar dan pintar. Oleh karena itu, pada masa sekolahnya ia dipercaya untuk mengajar adik kelasnya. Di luar jam sekolah, ia juga memanfaatkan waktu untuk mempelajari ilmu agama dan aktif di organisasi. Ia pun ikut berjuang mengusir Belanda. Hal yang dapat diteladani dari tokoh pada kutipan biografi tersebut adalah berjuang, aktif berorganisasi, dan rajin

Bacalah kutipan berikut dengan cermat! Kartini pernah merasakan bangu sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. (.), ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah. Konjungsi yang tepat untuk bagian rumpang dalam biografi di atas adalah

Bacalah kutipan berikut dengan cermat! Kartini pernah merasakan bangu sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. (.), ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah. Konjungsi yang tepat untuk bagian rumpang dalam biografi di atas adalah sayangnya

Cermati teks berikut!Mohammad Hatta pertama kali mengenyam pendidikan formal di sekolah swasta. Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat. Namun, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga. Ia lalu pindah ke ELS (Europeesche Lagere School, SD pada masa kolonial Belanda) di Padang sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke Mulo (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs: SMP pada masa kolonial Belanda) sampai tahun 1917. Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Ia pernah belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Hal yang patut diteladani dari tokoh sesuai kutipan biografi tersebut adalah

Cermati teks berikut!Mohammad Hatta pertama kali mengenyam pendidikan formal di sekolah swasta. Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat. Namun, pelajarannya berhenti pada pertengahan semester kelas tiga. Ia lalu pindah ke ELS (Europeesche Lagere School, SD pada masa kolonial Belanda) di Padang sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke Mulo (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs: SMP pada masa kolonial Belanda) sampai tahun 1917. Selain pengetahuan umum, ia telah ditempa ilmu-ilmu agama sejak kecil. Ia pernah belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Hal yang patut diteladani dari tokoh sesuai kutipan biografi tersebut adalah semangat belajar/menuntut ilmu

Cermati teks biografi berikut!Lucia Francisca Susi Susanti, atau lebih dikenal dengan nama Susi Susanti adlah salah satu pemain bulu tangkis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Perempuan kelahiran Tasikmalay ini menyukai permainan bulu tangkis sejak duduk di bangku SD. Karena dukungan orang tuanya, ia pun memulai karier bulu tangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun di sana dan memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior pada 1985, ketika Suci menginjak kelas 2 SMP, ia pindah ke Jakarta untuk lebih serius menjalani dunia bulu tangkis. Tokoh pada biografi tersebut tergolong pahlawan dalam bidang

Cermati teks biografi berikut!Lucia Francisca Susi Susanti, atau lebih dikenal dengan nama Susi Susanti adlah salah satu pemain bulu tangkis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Perempuan kelahiran Tasikmalay ini menyukai permainan bulu tangkis sejak duduk di bangku SD. Karena dukungan orang tuanya, ia pun memulai karier bulu tangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun di sana dan memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior pada 1985, ketika Suci menginjak kelas 2 SMP, ia pindah ke Jakarta untuk lebih serius menjalani dunia bulu tangkis. Tokoh pada biografi tersebut tergolong pahlawan dalam bidang olahraga

GeorgeSaa dikenal sebagai Sang Jenius dari Papua. Ia lahir di Manokwari pada 22 September 1986. Sejak kecil, dia sering tinggal berpindahpindah mengikuti orangtuanya. Bahkan, tak jarang dia hidup terpisah dari orangtua. Dia adalah seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resisto. Rumus penghitung hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang ditemukannya diberi namanya sendiri yaitu “George Saa Formula”. Berdasarkan kutipan tersebut, George Saa dikenal sebagai

GeorgeSaa dikenal sebagai Sang Jenius dari Papua. Ia lahir di Manokwari pada 22 September 1986. Sejak kecil, dia sering tinggal berpindahpindah mengikuti orangtuanya. Bahkan, tak jarang dia hidup terpisah dari orangtua. Dia adalah seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resisto. Rumus penghitung hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang ditemukannya diberi namanya sendiri yaitu “George Saa Formula”. Berdasarkan kutipan tersebut, George Saa dikenal sebagai si jenius dari papua

Jenderal Besar Soedriman, lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Beliau merupakan salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Meski menderita sakit paru-paru yang parah ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Ia berpangkat jenderal pada usia 31 tahun. Hal yang paling menarik dari penggalan biografi di atas adalah

Jenderal Besar Soedriman, lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Beliau merupakan salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Meski menderita sakit paru-paru yang parah ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Ia berpangkat jenderal pada usia 31 tahun. Hal yang paling menarik dari penggalan biografi di atas adalah menjadi jenderal saat usia 31 tahun