Di pedalaman Pulau Batam, ada sebuah desa yang di diami seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sungai, “ular…!” teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat ular mendekat. Ternyata ulat itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan lukanya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular itu dan membawanya pulang ke rumah. Tokoh utama pada cerita di atas adalah
Di pedalaman Pulau Batam, ada sebuah desa yang di diami seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sungai, “ular…!” teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat ular mendekat. Ternyata ulat itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan lukanya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular itu dan membawanya pulang ke rumah. Tokoh utama pada cerita di atas adalah mah bongsu